Cerita ini dimulai ketika tuhan berfirman pada malaikat, “Wahai malaikat, sesungguhnya Aku hendak menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi”. Kemudian malaikat bertanya, “Tuhan, kenapa engkau ciptakan manusia yang akan merusak bumi, sedang kami selalu bersujud padaMu”. Tuhan pun menjawab, “Sesungguhnya Aku maha mengetahui yang kalian tidak ketahui”.

Singkat cerita, ribuan tahun kemudian ada seorang wanita yang sedang merasa kesakitan. Ditemani suami, adik, dan anak yang telah dilahirkan sebelumnya, wanita itu berusaha menahan sakitnya proses melahirkan. Dengan malu-malu bayi nan ganteng itu pun terlahir ke dunia. Bayi itu kemudian diberi nama seperti Umar ibn Khatab, Abi Hafshin Alfarouq. Dan dari situ, perjalanan hidup gue dimulai! Gue dibesarkan di keluarga tidak miskin kurang kaya, yo, tapi sederhana. Sejak kecil, gue diajarin agama sama Apa (panggalian gue ke bapak gue), dan disuruh makan sama Ibu. Dan berhubung gue anak terakhir, setidak nya untuk sampai saat ini, gue yang paling manja di keluarga.

Gue sendiri sangat menikmati jadi bungsu. Bahkan kalau gue tahu Ibu gue hamil, gue bakal secara diam-diam ngasih obat buat gugurin kandungan.

Tapi jadi anak terakhir tidak selamanya indah. Di awal lu mesti dapet bully-an dari kakak-kakak lu, dicaci, dihina, diinjak, bahkan dibunuh. Yang lebih kejam lagi, kakak gue pernah mengguyur gue saat tanggal dan bulan di kalendar saat itu sama dengan tanggal dan bulan gue lahir. Entah apa maksudnya, Allahu a’lam.

Kommentare