Ironis saat gue sadar bahwa gue lebih mudah mengingat kesalahan dan kekurangan dibanding kebaikan atau kelebihan. Jujur saja, beberapa atau mungkin semua dari kalian juga merasa seperti itu. Bahkan gue berfikir bahwa itu merupakan sifat alami manusia.

Mencari kesalahan memang lebih mudah. Bagi yang mempelajari metode pembuktian matematika, membuktikah bahwa sebuah pernyataan itu salah relatif lebih mudah dibanding sebaliknya. Yang lebih lucu, untuk membuktikan bahwa pernyataan itu benar, kadang digunakan metode kontradiksi, yaitu membuktikan bahwa pernyataan lain yang berkebalikan dengan pernyataan tadi bernilai salah. Tetap saja, ujung-ujunganya membuktikan kesalahan.

Sifat ini sepertinya dimanfaatkan oleh dosen gue. Gue yakin waktu itu Beliau sengaja salah menjelaskan. Gue yang waktu itu masih semangat kuliah, langsung mengklarifikasi penjelasan dosen tersebut. Dan saat ujian berlangsung, ada soal yang berkaitan dengan materi tadi. Tentu saja yang ada di ingatan gue adalah kesalahan si dosen. Tapi berkat itu, gue bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan sempurna.

Kommentare