Huaaah, udah lama gue ga nulis. Ceritanya lagi so-so-an ngambil skripsi, padahal gue ga bisa nulis. Bodo amat, yang penting asik. Ok, kembali ke topik utama, gue tiba-tiba keinget sebuah kisah tentang seorang yang gue kenal. Tapi kisah ini gue denger dari temen gue yang lain. Jadi kalo ada kesamaan cerita, mohon maaf.

Meski ini bukan dongeng, mari kita mulai dengan di suatu hari ada seorang pemuda. Dan agar cerita ini lebih romantis kita sebut pemuda ini Ali. Ali merupakan seorang hamba Tuhan yang taat namun dia bukan lah seorang ulama, setidaknya belum.

Seperti pemuda lain, Ali ingin menyempurnakan keimanannya. Ia pun mencoba melamar gadis yang dirasa pantas untuk mendampinginya sampai akhirat. Dan hasilnya, sang wanita dengan halus menolak lamaran Ali. Mungkin bukan jodoh, pikirnya.

Ali tidak berputus asa sampai disitu. Beberapa waktu kemudian, Ali melamar wanita lainnya. Ali meyakinkan sang wanita bahwa dia adalah pria yang pantas untuk wanita tersebut. Lagi-lagi, lamaran ini gagal.

Gagal dua kali tidak serta merta membuat Ali putus asa dan menjadi gay. Dengan niat yang tulus, Ali melamar Fatimah. Dan sudah jelas, para pembaca tahu bahwa Fatimah tidak menolak lamaran Ali.

Terus, apa pentingnya cerita ini? Ternyata selama ini, dalam shalatnya, Fatimah sering menyisipkan doa agar Ali mendatanginya dan melamarnya. Dan Tuhan maha kreatif, Dia mengabulkan doa Fatimah dengan cerita yang lebih menarik.

Kommentare